Kamis, 02 Agustus 2012

Wartawan Diminta Saling Mengingatkan


YOS SUDARSO, FATTALA Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang mengatakan bekerja dalam dunia kewartawanan merupakan pekerjaan mulia, dalam bahasa agama bisa dikatakan sebagai juru dakwah atau mubaligh. Sebagai wartawan, katanya, secara alamiah memiliki fungsi dan mendapat kesempatan untuk saling mengingatkan pada level yang lebih luas. Untuk itulah, saya mengharapkan sebagai mitra wartawan hendaknya saling mengingatkan dalam kebenaran,” ujar Teras Narang dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wagub H. Achmad Diran pada Buka Puasa bersama PWI Cabang Kalteng dengan mitra kerja bertempat di studio LPP TVRI Kalteng jalan Yos Sudarso Palangka Raya, Senin (23/7).
Kegiatan buka puasa bersama yang disiarkan langsung TVRI Kalteng itu, antara jajaran Pers Kalteng yang tergabung dalam PWI cabang Kalteng dengan Pemprov Kalteng, pihak Pengusaha yang tergabung dalam Kadin Kalteng dan sejumlah undangan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Teras Narang mengucapkan terima kasih kepada seluruh insan pers, yang mana diakui bersama media massa sebagai jendela pembangunan sekaligus suara masyarakat telah memberikan kontribusi dalam pembentukan masyarakat Kalteng yang mandiri, dinamis, sejahtera dan bermartabat.

Menurut gubernur, PWI turut berperan dalam mensosialisasikan kebijakan pemerintah daerah pada masyarakat dalam rangka pembangunan daerah. Selain itu, katanya, lewat media juga dapat menampung aspirasi masyarakat, dari media massa itu warga juga dapat mengetahui proses dan dinamika yang terjadi di masyarakat.  “Wartawan dan media tidak bisa lagi berargumen hanya memproduksi isi atau manufacturing content, dengan informasi yang diberikan media, masyarakat memakainya secara jendela, sebagai cermin, bahkan mengambil nilai-nilai kebenaran, kesalahan dan justifikasi yang ada terhadap dunia luar, serta untuk pengambilan keputusan,” tambah Teras Narang.

“Dalam kesempatan bulan suci ini, marilah tingkatkan iman dan taqwa dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT dan kita wujudkan rasa kebersamaan, kekeluargaan, kerukunan dan solidaritas yang tinggi dalam menggalang persatuan dan kesatuan umat beragama di Kalimantan Tengah sehingga terwujud masyarakat yang bermoral dan berakhlaqul karimah yang menjadi idaman bagi kita semua,” harap gubernur.

Sebelumnya, ketua PWI Cabang Kalteng, H. Sutransyah mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Propinsi Kalteng yang diwakilkan oleh Wakil Gubernur Kalteng, Ir. H. Achmad Diran yang bersedia hadir dan sudi menyempatkan diri untuk memberikan arahan pada acara buka puasa bersama PWI Cabang Kalteng dengan mitra kerja tersebut. “Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum Kadin Kalteng, H. Tugiyo Wiratmodjo yang ikut mensukseskan kegiatan ini sehingga dapat berjalan dengan baik dan lancar,” jelas  Sutransyah.

Sementara itu, H. Tugiyo Wiratmodjo, ketua Kadin Kalteng dalam kesempatan itu mengatakan, buka puasa bersama tersebut merupakan salah satu program yang rutin tiap tahun dilaksanakan bersama kemitraan dengan insan pers. “Saya berharap kerjasama ini terus terjalin dengan baik dan mari kita maknai bulan Ramadhan ini untuk memperbanyak ibadah kepada Allah SWT sehingga pada akhirnya kita dapat memperkaya harta, kaya ilmu dan kaya iman,” jelas Tugiyo.


Kegiatan buka puasa bersama PWI Cabang Kalteng dengan mitra kerja tersebut diikuti perwakilan PWI se-kalteng, mitra kerja serta media cetak/elektronik yang ada di Kalimantan Tengah. Hadir juga dalam acara tersebut ketua Dewan Kehormatan PWI Cabang Kalteng, Syaifudin HM, Wakil ketua DPRD Kalteng, H. Abdul Razak, Kadis Pendidikan Kalteng, Guntur Talajan, M.Pd, Ketua Kadin kota Palangka Raya Barthel B. Usin, perwakilan DPRD kota Palangka Raya Subandi, S.Sos dan juga hadir Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalteng Drs. H. Djawahir Tantowi MM sekaligus selaku penceramah acara buka puasa bersama tersebut.

Tidak Hanya Menahan Makan dan Minum

H. Djawahir Tantowi mengingatkan,  puasa tidak hanya menahan diri dari makan, minum dan berhubungan intim dengan istri di siang hari, melainkan harus dimaknai lebih dalam lagi yaitu mampu menahan diri dari sifat-sifat setan yang selalu mengarah kepada keburukan dan dosa, menahan diri dari perkataan yang sia-sia dan perbuatan atau tingkah laku yang dilarang oleh agama.

“Jadikan puasa di bulan Ramadan ini sebagai perisai dan benteng yang mampu melawan derasnya arus hawa nafsu yang cenderung membawa manusia ke jalan kesesatan dan kesengsaraan,” ujar H. Djawahir Tantowi.

Selain itu, jelas Tantowi, makna puasa menurut imam Al-Ghajali tingkatan puasa di klasifikasi menjadi tiga, yaitu puasa umum, puasa khusus, dan puasa khusus yang lebih khusus lagi. Puasa umum adalah tingkatan yang paling rendah yaitu menahan dari makan, minum dan jima'. Puasa khusus, katanya, disamping menahan yang tiga hal tadi, juga memelihara seluruh anggota tubuh dari perbuatan maksiat atau tercela. “Sedangkan puasa khusus yang lebih khusus adalah puasa hati dari segala kehendak hina dan segala pikiran duniawi serta mencegahnya memikirkan apa-apa yang selain Allah. Puasa level ketiga tadi adalah puasanya para nabi-nabi, shiddiqin, dan muqarrabin,terang Tantowi.

“Bagaimana dengan puasa kita? Bulan ramadhan adalah puncak dari ibadah kita kepada Allah SWT. Di bulan inilah pahala orang yang beribadah dilipatgandakan tapi yang paling baik adalah beribadah karena Allah bukannya mengharap pahala semata. Mari kita tingkatkan amal ibadah, semoga amal ibadah kita dalam berpuasa mendapatkan ridho Allah SWT,” ajak Tantowi. muy

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

©2009 FATTALA online | by TNB