Kamis, 02 Agustus 2012

Norhasanah Undang Anak Panti Buka Puasa Bersama


CEMPAKA, FATTALA
Ketua DPW PPP Kalteng Hj. Norhasanah menggelar buka puasa bersama dengan jajaran pengurus PPP dan anak panti asuhan di Kota Palangka Raya, Jumat (27/7).

Selain dihadiri oleh pengurus PPP Kalteng, acara buka puasa bersama ini juga dihadiri Kepala Kementerian Agama Provinsi Kalteng Drs. H. Djawahir Tantowi MM,  Kepala Kementerian Agama Kota Palangka Raya Drs. H. Baihaki, M.Ap,  Ketua Fraksi PPP Kalteng H. Bambang Suryadi, anggota DPRD Kalteng Awaluddin dan ketua DPW PAN Kalteng Ade Supriadi serta beberapa undangan lainnya.
“Di sini kita juga mengundang beberapa pengurus DPC PPP dari beberapa daerah, ini merupakan kebanggaan tersendiri dan saya ucapkan terima kasih atas kedatangan beberapa ketua DPC PPP di daerah,” jelas Norhasanah anggota DPR RI komisi V ini.
Buka puasa bersama yang dirangkai dengan pembacaan surah yasin dan tahlil ini menurutnya bertujuan untuk mempererat silaturahmi sesama kader dan warga Kota Palangka Raya.
H. Djawahir Tantowi, yang membawakan kultum mengingatkan bahwa puasa tidak hanya menahan diri dari makan, minum dan berhubungan intim dengan istri di siang hari.  Melainkan harus dimaknai lebih dalam lagi yaitu mampu menahan diri dari sifat-sifat syetan yang selalu mengarah kepada keburukan dan dosa.  Termasuk juga menahan diri dari perkataan yang sia-sia dan perbuatan atau tingkah laku yang dilarang oleh agama.
“Jadikan puasa di bulan Ramadan ini sebagai perisai dan benteng yang mampu melawan derasnya arus hawa nafsu yang cenderung membawa manusia ke jalan kesesatan dan kesengsaraan,” jelas H. Djawahir Tantowi.
Selain itu, jelas Tantowi, makna puasa menurut imam Al-Ghajali tingkatan puasa diklasifikasi menjadi tiga, yaitu puasa umum, puasa khusus dan puasa khusus yang lebih khusus lagi.
Puasa umum adalah tingkatan yang paling rendah yaitu menahan dari makan, minum dan jima'. Puasa khusus, disamping menahan yang tiga hal tadi, juga memelihara seluruh anggota tubuh dari perbuatan maksiat atau tercela. “Sedangkan puasa khusus yang lebih khusus adalah puasa hati dari segala kehendak hina dan segala pikiran duniawi serta mencegahnya memikirkan apa-apa yang selain Allah. Puasa level ketiga tadi adalah puasanya para nabi-nabi, shiddiqin dan muqarrabin.”
“Bagaimana dengan puasa kita? Bulan Ramadan adalah puncak dari ibadah kita kepada Allah SWT. Di bulan inilah pahala orang yang beribadah dilipatgandakan tapi yang paling baik adalah beribadah karena Allah bukannya mengharap pahala semata. Mari kita tingkatkan amal ibadah, semoga amal ibadah kita dalam berpuasa mendapatkan ridho Allah SWT,” pesan Tantowi. muy

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

©2009 FATTALA online | by TNB