Kamis, 15 November 2012

PLTU Pulang Pisau Terkendala Gambut


JEKAN RAYA, FATTALA - Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang mengungkapkan pembangunan Perusahaan Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pulang Pisau yang rencananya beroperasi akhir 2013 bakal mengalami kemunduran sampai akhir 2014. Hal itu, katan ya, disebabkan tanah di lokasi PLTU yang bergambut dengan kedalaman mencapai 70 meter.

Terkait dengan Perkembangan Pembangunan PLTU Pulang Pisau 2 x 60 MW yang terletak di Desa Buntoi, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, jelasnya, saat ini pemerintah propinsi Kalimantan Tengah terus berjalan dengan progres masih sekitar 24 persen dan sesuai schedule awal rencana operasi akhir 2013.

Namun karena adanya masalah teknis dan sosial di lapangan maka pembangunan PLTU Pulang Pisau diperkirakan baru bisa beroperasi sekitar akhir tahun 2014,” jelas Gubernur Teras Narang pada rapat Paripurna ke-9 masa persaingan III DPRD Propinsi Kalteng, baru-baru ini.

Adapun permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam pembangunan PLTU Pulang Pisau, tambah Teras, kondisi tanah lokasi PLTU yang bergambut dengan kedalaman gambut mencapai 70 meter sehingga diperlukan perlakuan khusus dengan melakukan pematangan lahan terlebih dahulu sebelum konstruksi yang membutuhkan waktu sekitar 9 bulan.

Selain itu, jelasnya, jarak pengambilan pasir urug untuk penimbunan lokasi PLTU cukup jauh sehingga membutuhkan waktu yang cukup panjang.  “Pemerintah Daerah baik Provinsi maupun Kabupaten terus melakukan pemantauan ke lapangan agar pelaksanaan pembangunan PLTU Pulang Pisau 2 x 60 MW yang nantinya menjadi andalan untuk memenuhi kebutuhan energi listrik di Kalimantan Tengah dapat berjalan sesuai yang kita harapkan,” ucap Teras. muy

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 

©2009 FATTALA online | by TNB