Kamis, 15 November 2012

Mahasiswa Miliki Peluang Membangun Usaha


G.OBOS, FATTALA – Tingkat kewirausahaan di Indonesia masih jauh dari ideal jika dibandingkan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura yang sudah di atas 4 persen. Untuk meningkatkan kapasitas pertumbuhan ekonomi nasional, Bank Indonesia melihat perlunya meningkatkan jumlah wirausaha yang saat ini hanya sebesar 0,18 persen.

Demikian dikatakan Deputi Pimpinan Bank Indonesia cabang Palangka Raya, Dwi Tugas Waluyanto saat menyampaikan sambutan dan membuka workshop kewirausahaan yang digagas Jurusan Syariah STAIN Palangka Raya bertempat di aula baru, Sabtu (10/11).

Kewirausahaan dalam pembangunan ekonomi tidak hanya terbatas pada peningkatan output per kapita dan pendapatan. Kewirausahaan juga sebagai inisiator perubahan dalam struktur bisnis masyarakat.

Pentingnya kewirausahaan dalam menggerakkan roda perekonomian nasional, Bank Indonesia sebagai bank sentral melakukan program kerja berupa penciptaan wirausaha baru pada 2012. “Ini juga sebagai respon terhadap pencanangan gerakan kewirausahaan nasional oleh pemerintah,” tutur Dwi.

Terkait peluang usaha, tambah Dwi, selama ini kemampuan dan kemauan untuk membangun dan membuka usaha hanya didominasi kalangan swasta, seharusnya hal itu juga dimiliki mahasiswa untuk membangun etos kerja selayaknya seorang pengusaha atau wiraswasta. “Mahasiswa dituntut untuk lebih kompetitif dan menguasai berbagai macam keahlian sehingga mampu mandiri dan tidak tergantung kepada orang lain,” katanya.  

Sementara itu, menurut ketua panitia workshop Abdul Khair, kegiatan workshop yang dilaksanakan oleh jurusan Syariah bekerjasama dengan perbankan ini dimaksudkan untuk memotivasi para pelajar dan mahasiswa agar mereka lebih memilih berwirausaha dari pada menjadi PNS.

Selain itu, tambah Abdul Khair, untuk memberikan pencerahan kepada pelajar dan mahasiswa bagaimana prosedur untuk mendapatkan modal di lembaga perbankan dan untuk memberikan pencerahan terutama berkenaan dengan peran Bank Indonesia memaksa bank-bank yang dibinanya agar mau membantu pengusaha kecil dalam masalah modal.

Peserta yang mengikuti kegiatan sekitar 400 orang dari berbagai kalangan, baik mahasiswa, dosen serta pelajar se-kota Palangka Raya. Hadir juga dalam acara tersebut Pembantu ketua I STAIN Palangka Raya, Drs. Fahmi, M.Pd. Adapun pemateri workshop Ir. H. Fahrudin dari Bank Muamalat Indonesia cabang Palangka Raya dan Rudiawan dari bank mandiri cabang Palangka raya.

“Dengan mengangkat tema ‘Kebijakan Perbankan Dalam Menolong Pengusaha Kecil’, diharapkan  setelah mendapatkan motivasi dan pencerahan dari pemateri, peserta ada yang berwirausaha,” Harap Abdul Khair. MUY 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

©2009 FATTALA online | by TNB