Senin, 05 November 2012

e-KTP Dinilai Kurang Sosialisasi


G.OBOS, FATTALA – Pelaksanaan Elektronik-KTP (e-KTP) masih kurang disosialisasikan, sehingga masih banyak masyarakat yang belum mengetahui manfaat dan tujuan dari program pemerintah secara nasional ini. Padahal jelas e-KTP memiliki beberapa kelebihan dibandingkan KTP pada umumnya.

“Sosialisasi E-KTP sangat kurang dilakukan, hal ini diindikasikan masih banyaknya masyarakat yang mempertanyakan dan kurang memahami manfaat e-KTP. Malah ada yang bertanya untuk apa lagi e-KTP, sedangkan KTP yang ada aja masih hidup, ternyata memang kurang sosialisasi dan pelaksanaan e-KTP ini masih jauh dari keinginan.”

Demikian diungkapkan, anggota DPD-RI asal Kalimantan Tengah, H. Said Akhmad Fawzy Zain Bahsin, kepada FATTALA saat ditemui di kediamannya jalan G.Obos No.30 RT.01/ RW.XII Kelurahan Menteng Palangka Raya, Senin (5/11).

Ia menjelaskan, e-KTP merupakan kartu berisikan data pemilik yang bisa digunakan di berbagai instansi seperti di bank, imigrasi dan sebagainya. Sehingga tidak perlu lagi melampirkan fotokopi KTP yang dilegalisir, ketika e-KTP dimasukkan, data pribadi pemilik sudah bisa muncul.

Selain itu, kelebihan lainnya, e-KTP berlaku seluruh Indonesia. Ketika berada di daerah lain tak perlu membuat KTP di daerah tersebut, dengan e-KTP sudah bisa, kendati juga harus melaporkan diri.

Program e-KTP (Elektronik Kartu Tanda Penduduk) diharapkan selesai tahun 2013 mendatang. Sesuai dengan apa yang ditargetkan oleh pemerintah pusat.

Untuk di Kalimantan Tengah sendiri, pengawasan juga terus dilakukan, jelas anggota Komisi I yang juga membidangi pengawasan e-KTP ini. Pihaknya nanti akan mengundang Kepala Dinas Dukcapil Barito Selatan dengan Kepala Dinas Dukcapil Seruyan untuk menyelenggarakan talk show, dan sekaligus mempertanyakan sampai dimana hasil yang telah dicapai, faktor-faktor apa saya yang mendukung dan menghambat, dimana kurang lancarnya atau lancarnya pelaksanaan program e-KTP tersebut.

“Harapan kita memang program e-KTP bisa berjalan dengan baik, target 2013 harus tercapai.” Ia juga berharap apabila pusat sudah selesai sesuai target di 2013. Hendaknya peralatan yang memakan biaya kurang lebih 6,3 trilyun tersebut bisa diserahkan kepada daerah, biar daerah yang akan mengelola dan peralatan-peralatan itu bisa dihibahkan ke daerah,” harapnya. Muy 

1 komentar:

  1. Jakarta, Aktual.com —Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membantah kurangnya sosialisasi Kartu Jakarta Pinta (KJP). Hal itu terkait dengan antrean warga yang hendak mencairkan KJP di beberapa wilayah.

    “Bukan kurang sosialisasi, ini tuh persoalannya otaknya sudah biasa mencuri duit pakai mau narik cash melulu terus ribut, saya sih diemin saja,” kata Ahok di Balaikota, Jumat (31/7).

    KJP Dinilai Kurang Sosialisasi, Ahok Sebut Warga Jakarta Miliki ‘Otak Pencuri’

    BalasHapus

 

©2009 FATTALA online | by TNB