Senin, 16 Juli 2012

Koperasi Kedepankan Kemandirian


TEMANGGUNG TILUNG, FATTALA-  Wakil Presiden Boediono mengatan koperasi diharapkan mampu sebagai lembaga yang mendukung pertumbuhan ekonomi, membuka tenaga kerja, memperkuat integrasi sosial, dan ketahanan terhadap krisis ekonomi.

“Dalam perkembangan saat ini perkoperasian di Indonesia diharapkan mampu  sebagai sebuah lembaga yang mendukung pertumbuhan ekonomi,” ujar Wapres Boediono pada Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-65 tahun 2012 di arena pameran Temanggung Tilung Palangka Raya, Kamis (12/7).

Kemudian, lanjut wapres, koperasi juga diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan baru, memperkuat integritas sosial di masyarakat dan sekaligus mampu sebagai wadah ketahanan krisis ekonomi global yang terjadi saat ini.

Menurut Boediono, tahun 2012  adalah merupakan tahun koperasi di Indonesia. “Saya sangat setuju dengan tema yang diambil pada Harkopnas hari ini yaitu koperasi mandiri  rakyat makmur, ini harus dilakukan dengan langkah-langkah kongkrit,” ucap wapres.

Dijelaskan Boediono, bahwa kemandirian perkoperasian  harus benar-benar di laksanakan kongkret dan nyata sebab kemandirian adalah kunci keberhasilan koperasi ”Saya teringat pesan penting dari Bung Hatta, beliau pernah mengatakan dalam   pidatonya sebagai bahan intropeksi dalam membagun koperasi di Indonesia yaitu sikap dasar agar koperasi berkembang dengan cita cita serta atas azas kekeluargaan,” ujarnya.

Menurut Boediono, azas kekeluargaan berati cerminkan bahwa berkoperasi terdiri dari orang-orang yang bersaudara. Presiden SBY sendiri, jelas Boediono,  telah meminta koperasi agar selalu menciptakan para anggotanya untuk mengutamakan kekeluargaan dalam mengasuh koperasi. “Selalu cinta kepada masyarakat, mempunyai tanggungjawab dan memaknai pentingnya koperasi sebagai azas kekeluargaan, adalah menjadi sangat penting,” ujarnya.

Ditambahkan wapres, dalam perkembangan saat ini diharapkan para penggiat koperasi harus melakukan revitalisasi koperasi secara baik. “Saya berpendapat bahwa perlu prioritas baik aspek kualitatif maupun kuantitatif, kebersamaan dan kekeluargaan, “ harap Boediono.

Sementara itu, Menteri Negara Koperasi & UKM Syarief Hasan mengharapkan dengan Harkopnas akan menambah semangat baru dalam perkopaerasian di Indonesia serta kedepan koperasi mampu tumbuh dan berkembang dengan maju. ”Kita mengharapkan koperasi tumbuh sebagai lembaga kemasyarakatan yang diakui dunia Internasional,” ujar Syarief Hasan.

Kemudian, tambahnya, Harkonas juga dapat menjadikan koperasi yang dapat berjalan konsisten sebagai pelaksana pilar perokonomian di Indonesia. Walaupun disadari, katanya, koperasi saat ini mengalami berbagai kendala dan perlu pembenahan koperasi secara menyeluruh, begitu pula keuangan koperasi, perlu dibenahi setelah itu masih banyaknya koperasi yang tidak aktif.

“Koperasi madiri rakyat makmur adalah ciri koperasi yang kuat, dengan gerakan koperasi saat ini maka pertumbuhan koperasi diharapkan akan mengalami perkembangan,” ujarnya.

Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang mengatakan, ada kebanggan tersendiri  bagi  Kalteng setelah diberikan kesempatan dan kepercayaan untuk penyelenggaran puncak peringatan Hari Koperasi Nasional. "Peringatan Harkopnas adalah merupakan momentum untuk memajukan koperasi Indonesia agar mampu menghadapi persaingan ekonomi global," katanya.

Pada rangkaian Harkopnas tersebut dilaksanakan penyerahan penghargaan kategori perkoperasian dan juga penghargaan lainnya. Wapres Boediono juga menyaksikan penandatanganan deklarasi komitmen proyek kereta api di Kalimantan Tengah yang merupakan proyek pertama yang digarap dengan pola kerjasama pemerintah swasta (KPS) di bidang transportasi kereta api. Proyek kereta Api Kalteng ini mendapat dukungan dan jaminan kelayakan usaha dari PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia.
Tampak hadir pada puncak Harkopnas tersebut  beberapa Menteri Kabinet Bersatu, sejumlah Gubernur se-Indonesia, Duta Besar Negara Sahabat, serta Bupati/Walikota se-Kalteng, Forum Koordinasi Daerah Kalteng, Utusan Koperasi dari berbagai daerah di Indonesia, dan unsur-unsur perkoperasian lainnya. fer/muy

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

©2009 FATTALA online | by TNB