Senin, 25 Juni 2012

Walikota Palangka Raya kunjungi redaksi Fattala


TJILIK RIWUT, FATTALA Setelah mendengar paparan tiga pimpinan Koran Harian FATTALA, Walikota Palangka Raya HM Riban Satia menyambut baik kehadiran koran dengan Motto inspirasi untuk solusi ini. Apalagi, kata Riban, koran FATTALA merupakan koran Palangka Raya yang beritanya sebagian besar mengangkat persoalan yang terjadi di kelompok masyarakat bawah.
“Koran ini tujuan dan misinya sudah sangat baik dan kami juga merasa terbantu karena dapat memberikan informasi dan inspirasi khususnya untuk masyarakat bawah yang ada di sudut-sudut kota bahkan sampai di tingkat RT,” ujar Riban Satia.
Jumat (22/6) pagi, sekitar pukul 09.00 WIB, Walikota Palangka Raya HM Riban Satia melakukan kunjungan ke kantor Redaksi Koran Harian FATTALA  (Samping Mega Top) di Jl. Tjilik Riwut Km 2,5 Palangka Raya. Kedatangan walikota disambut langsung oleh Pemimpin Umum Barthel B.Usin, Pemimpin Perusahaan Tugiyo Wiratmodjo, Pemimpin Redaksi Syaifudin HM serta beberapa kepala bagian dan staf. Dalam kunjungan silaturrahmi tersebut terlihat akrab dan santai.
Menurut walikota, memang permasalahan kota cukup banyak, untuk itu pemerintah Kota Palangka Raya terus berusaha semaksimal mungkin memberikan yang terbaik untuk melayani dan mengabdikan diri kepada masyarakat. Namun, kata Riban, semua itu tidak sepenuhnya dapat diselesaikan dengan waktu yang pendek. Perlu pembenahan secara bertahap. Apalagi pada tingkat SKPD juga perlu membangun kesadaran akan kepekaannya terhadap berbagai permasalahan di masyarakat,” kata Riban Satia.
Dikatakannya, mengubah kebiasaan pola pikir dan pengabdian yang mengarah kepada masyarakat memang perlu kesabaran dan peran media juga perlu untuk itu. Makanya, ujar Riban, dengan kehadiran koran baru ini diharapkan mampu memberikan informasi yang berimbang dan dapat memberikan solusi atas secara permasalahan yang ada. Jangan hanya bisa melempar permasalahan namun tidak memberikan solusi akan permasalahan itu. Kita tidak ingin seperti itu, Kan itu juga tidak baik untuk informasi yang disampaikan,” kata  Riban Satia.
Menaggapai adanya berbagai kritikan pers terhadap pemerintah kota Palangka Raya, Riban dengan santai menjawab bahwa dia tidak pernah terganggu dengan kritikan pers. “Keberadaan dan kritikan pers itu sangat penting, ibarat masakan bahwa pers itu merupakan bumbunya. Kritik pers bagai bumbu penyedap masakan,” ujar Riban.
Sebelumnya, Pemimpin Umum Koran Harian FATTALA Barthel B.Usin mengatakan
kehadiran Walikota Palangka Raya, HM. Riban Satia atas kunjungannya ke redaksi FATTALA merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan tersendiri bagi SKH tersebut. Pasalnya, kata Barthel, media ini masih tergolong baru sejak dilaunchingkan 9 April 2012 lalu.  Namun, ditengah kesibukannya yang padat, lanjut Barthel, Pak  Riban Satia masih sempat menyediakan waktu untuk berkunjung ke kantor Redaksi Koran Harian FATTALA.   “Kami merasa mendapat kehormatan dan semangat baru atas kunjungan Walikota ini untuk terus mengayunkan langkah memberikan informasi dan pemberitaan sesuai dengan mottonya, Inspirasi untuk Solusi, kata Barthel B.Usin.

Sementara itu, Pemimpin Perusahaan Tugiyo Wiratmodjo, mengatakan kehadiran koran harian FATTALA merupakan sebuah ide baru yang semata-mata untuk menggeluti dunia usaha dengan mengacu para seniornya di dunia usaha seperti Dahlan Iskan, Abu Rizal Bakri dll. “Mereka sukses membangun dunia usaha salah satunya melalui media. Saya ingin seperti mereka. Selain itu, kata Tugiyo, koran FATTALA ini diharapkan juga mampu memberikan kontribusi positif, baik untuk masyarakat bawah yang persoalannya masih belum tersentuh oleh pemerintah maupun dari pihak pemerintah yang kebijakannya masih belum diketahui dan tersosialisasi kepada masyarakat bawah. “Kami hadir ingin memberikan solusi dan ingin mendekatkan diri kepada masyarakat merupakan misi utama koran ini,” jelas Tugiyo yang juga Ketua Umum Kadin Kalteng itu.
Nama FATTALA itu sendiri menginspirasi dari koran nasional seperti KOMPAS, tambah Tugiyo.  “Kalau nama KOMPAS itu sendiri sebagai petunjuk arah, sedangkan nama FATTALA yang berasal dari bahasa sansekerta merupakan kunci pembuka tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi. Jadi, saat orang baca FATTALA, bisa terbuka semuanya. Kami juga punya keinginan bisa bersaing dengan koran nasional lainnya,ujar Tugiyo dengan penuh rasa optimis.. Makanya, jelasnya lagi, nama FATTALA itu sendiri hadir sifatnya tidak nama ke daerahan melainkan nama umum yang mencirikan nama koran nasional di Indonesia.
Kehadiran Koran FATTALA ke depan, lannjut Tugiyo, tidak hanya mewarnai wajah kota Palangka Raya, tapi lebih dari itu untuk menjadikan koran ini sebagai koran nasional yang hadir untuk Indonesia, mampu memberikan solusi atas segala permasalahan di masyarakat bawah. Jadi, kita tetap konsen pada pemberitaan masyarakat kelas bawah.”
Pemimpin Redaksi FATTALA Syaifudin HM mengatakan munculnya ide untuk mendirikan koran Harian FATTALA karena masih belum ada koran Palangka Raya, sebab koran-koran yang ada sebelum hadirnya FATTALA tersebut dikatakan sebagai koran Kalteng bukan koran Palangka Raya. “Suka tidak suka, lima atau 10 tahun ke depan Kota Palangka Raya tentu akan menjadi kota besar. Untuk itu, perlu ada korannya. Karena itulah kami mengangkat jargon FATTALA korannya orang Palangka Raya,” ujar Bang Udin – panggilan akrab Syaifudin HM.
Berita-berita koran Harian FATTALA, terang Bang Udin, merupakan berita-berita tentang masyarakat bawah yang banyak dengan segala persoalannya. “Kita ingin semua persoalan yang terjadi di kalangan masyarakat bawah segera ditangani oleh pemerintah. Terutama menyangkut masyarakat yang hidup dibawah garis kemiskinan,” ujar Bang Udin. muy

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

©2009 FATTALA online | by TNB