Senin, 09 April 2012

Laksanakan Ritual Punduk Sahur Lewu



TINGANG, FATTALA – Warga Kota Palangka Raya laksanakan ritual adat Balian Punduk Sahur Lewu guna menjaga keseimbangan alam Bumi Tambun Bungai.

Warga Dayak Kalimantan Tengah, yang dikenal memiliki kebudayaan yang sangat dekat dengan alam, beberapa waktu yang lalu (19/2), melaksanakan ritual upacara adat Balian Punduk Sahur Lewu guna menjaga keseimbangan alam dan menjauhkan segala malapetaka yang mungkin dapat menimpa warga Kota Palangka Raya dan sekitarnya.

Basir Uak, pimpinan basir dalam pelaksanaan dalam kegiatan ritual ini mengatakan bawahwa ritual ini adalah ritual turun temurun yang dilakukan warga dayak Kalteng, hanya saja apabila dulu ritual ini dilakukan saat keadaan terjadinya kekacauan di Kalteng, namun sekarang kegiatan ritual ini dilakukan sebagai penjaga keseimbangan alam dan menjauhkan hal-hal buruk dari daerah Kalteng.

Dalam pelaksanaan ritual adat ini sendiri menggunakan hewan kurban seperti ayam dan babi, dan perlengkapan sesajen lainnya, dan dilaksanakan oleh lima orang basir (rohaniwan). Upacara ini dilakukan selama tiga hari, yaitu dari tanggal 19-21 Februari 2012 yang lalu, dan dalam pelaksanaannya masih menggunakan dana dari parsipasi warga masyarakat sendiri.

Ritual yang dilaksanakan di kediaman Soewar Senas, di jalan Kalimantan No.58, Kecamatan Pahandut, Kelurahan Pahandut diikuti oleh puluhan warga dari berbagai daerah di Kota Palangka Raya yang ingin menyaksikan langsung pelaksanaan kegiatan Balian Punduk Sahur Lewu ini. (udi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

©2009 FATTALA online | by TNB